Transsion mungkin asing bagi sejumlah warga Indonesia. Namun ternyata ponsel keluaran perusahaan tersebut cukup laku di pasaran tanah air.
Sebagai informasi, Transsion merupakan induk perusahaan bagi Infinix, Tecno, dan Itel. Mereka memimpin dalam segmen budget atau low-end di Indonesia.
Laporan IDC pada kuartal I-2024 menyebutkan Transsion memiliki market share sebesar 16,1% dan berada di peringkat tiga. Jumlahnya naik sebesar 5,4% dari tahun sebelumnya.
Pertumbuhannya juga tembus 200% dalam periode tersebut, mengalahkan raksasa teknologi lain misalnya Oppo yang memimpin pasar kala itu bertumbuh 8,5%, Samsung -8,2%, Vivo 21,4% dan Xiaomi 44,4%.
Transsion juga disinggung oleh Counterpoint Research dalam laporan kuartal dua lalu. Perusahaan memang tak masuk dalam lima besar, hanya masuk dalam kategori Others yang diwakili 59% untuk pengiriman tahunan.
Menurut Counterpoint, angka tersebut bertumbuh karena didorong dua merek dari Transsion yakni Itel dan Tecno. Khususnya pada segmen entry level yang berkisar US$200.
Transsion masuk dalam lima besar pasar smartphone dalam dua kuartal pada laporan Canalys. Di kuartal pertama, perusahaan mengantongi market share 17% dan berada di posisi keempat.
Pada kuartal II, Transsion berada di posisi kelima dengan 15%. Posisinya menguat pada kuartal ketiga dengan 18% di peringkat ketiga.
Kepopuleran Transsion juga terjadi di Asia Tenggara. Canalys melaporkan perusahaan ada di peringkat kedua wilayah tersebut dengan market share 18% dan pertumbuhan 197% dalam setahun.
“Merek bersama dan kerja sama dengan perusahaan game selama Ramadhan menarik minat demografi anak muda di kawasan ini. Menawarkan perangkat yang terjangkau dan berperforma tinggi, Transsion menarik minat segmen pasar ini,” jelas analis Canalys, Sheng Win Chow.
|CNBC Indonesia|