Pemilik Sido Muncul, perusahaan jamu dan obat herbal terbesar di Indonesia, tengah mempertimbangkan berbagai opsi strategis bagi masa depan perusahaan, termasuk kemungkinan melepas sebagian kepemilikan saham.

Keluarga Hidayat, yang saat ini menguasai sekitar 78% saham perusahaan melalui PT Hotel Candi Baru, menyatakan keterbukaan mereka untuk menggandeng investor strategis.

Langkah ini bertujuan untuk membawa bisnis Sido Muncul “ke level yang lebih tinggi,” demikian diungkapkan Komisaris Sido Muncul, Venancia Sri Indrijati Wijono, saat menanggapi pertanyaan Bloomberg News terkait potensi penjualan tersebut.

Sejumlah sumber yang mengetahui masalah ini menyebutkan bahwa pihak keluarga sedang dalam tahap pembicaraan dengan sejumlah bank.

Transaksi ini diperkirakan dapat menghargai valuasi Sido Muncul di angka sekitar US$1 miliar (sekitar Rp16,8 triliun). Namun, sumber-sumber tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena diskusi ini bersifat tertutup.

Wijono mengonfirmasi bahwa ketertarikan dari beberapa calon investor memang sedang dieksplorasi, meski belum ada tindakan lebih lanjut yang diambil.

Ia enggan berkomentar mengenai besaran porsi saham yang akan dilepas, namun menegaskan bahwa pihak keluarga “tidak terburu-buru” dan saat ini fokus masih pada peningkatan kinerja perusahaan.

Dalam 12 bulan terakhir, saham SIDO tercatat turun 7,6%, yang membuat nilai pasar perusahaan saat ini berada di angka Rp16,4 triliun.

Sido Muncul, yang sangat populer melalui produk herbal Tolak Angin, mulai melantai di bursa pada tahun 2013. Pada tahun 2024, perusahaan ekuitas swasta Affinity Equity Partners menjual kembali 17,1% sisa sahamnya kepada keluarga Hidayat dalam sebuah kesepakatan senilai US$233 juta. YCM

Sumber : Bloomberg Technoz. Foto : Keluarga Hidayat saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.