Di tengah tekanan kehidupan modern yang serba cepat, menerapkan gaya hidup slow living dapat membantu kita menemukan keseimbangan, menurunkan stres, serta meningkatkan kualitas hubungan personal dan kesejahteraan mental.

Berbeda dengan sekadar tinggal pelan, slow living adalah pendekatan sadar untuk menjalani hidup dengan perhatian penuh pada momen saat ini.

Untuk membantu pembaca memulai, berikut langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari:

1. Mulai Hari dengan Rencana Sederhana

Berikan waktu beberapa menit di pagi hari untuk menetapkan prioritas. Alih-alih langsung mengecek notifikasi ponsel, luangkan waktu untuk bernapas, minum air, atau mengatur daftar kegiatan yang benar-benar penting.

Mindful.org menyebutkan bahwa memulai hari dengan kesadaran penuh dapat membantu mengurangi tekanan yang muncul akibat rutinitas yang padat.

2. Kurangi Multitasking

Sering kali kita terjebak dalam melakukan banyak hal sekaligus, padahal otak manusia bekerja paling efektif ketika fokus pada satu tugas.

Menurut American Psychological Association (APA), multitasking justru meningkatkan stres dan menurunkan produktivitas. Cobalah menyelesaikan satu tugas sebelum berpindah ke tugas lain sehingga kualitas hasil kerja menjadi lebih baik dan pikiran terasa lebih ringan.

3. Batasi Distraksi Digital

Tekanan untuk selalu terkoneksi melalui ponsel atau aplikasi sosial media dapat mengurangi kesadaran terhadap momen saat ini.

Menurut Harvard Health Publishing, penggunaan gadget yang tidak terkendali bisa memicu kecemasan dan mengganggu pola tidur. Atur waktu khusus untuk mengecek pesan atau media sosial, dan gunakan fitur ‘jeda notifikasi’ agar fokus tidak terpecah oleh gangguan digital.

4. Kenali Batas Kapasitas Energi

Setiap orang memiliki batas energi yang berbeda. Slow living mengajak kita untuk mengenali kapan tubuh membutuhkan istirahat, bukan sekadar terus mendorong diri demi produktivitas.

Menyisihkan waktu singkat untuk berjalan kaki, minum teh tanpa gangguan, atau membaca buku dapat membantu pikiran kembali segar dan siap menghadapi hari.

5. Fokus pada Kualitas Hubungan

Hubungan yang bermakna merupakan bagian penting dari kesejahteraan manusia. Alih-alih mengejar banyak koneksi secara permukaan, slow living mendorong kita untuk memberi perhatian penuh pada percakapan dan waktu bersama orang terdekat.

Mindful.org juga menekankan bahwa mendengarkan secara aktif dapat memperkuat hubungan emosional antarindividu.

6. Jadikan Rutin Harian sebagai Momen Bermakna

Ritual kecil seperti menyiapkan makanan dengan penuh perhatian, meluangkan waktu merapikan tempat tidur, atau merawat tanaman dapat menjadi momen yang membawa ketenangan.

Slow living bukan soal melakukan hal besar setiap hari, tetapi mengubah cara kita memberi perhatian pada hal-hal kecil yang sudah kita lakukan sehari-hari.

Menerapkan slow living tidak berarti melarikan diri dari tanggung jawab atau berhenti menjadi produktif. Sebaliknya, gaya hidup ini membantu kita memilih apa yang layak mendapatkan waktu dan energi, serta menjalani aktivitas dengan kesadaran penuh.

Langkah-langkah di atas dapat dilakukan satu per satu dan disesuaikan dengan kondisi kehidupan masing-masing, sehingga perubahan kecil pun dapat berdampak besar terhadap kesejahteraan secara keseluruhan. (Meydiana Adinda Putri)

Sumber : Antara. Ilustrasi Mulai Gaya Hidup Slow Living (Foto: Freepik.com)