Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menargetkan delapan prinsip pembangunan sebagai indikator utama keberhasilan kota baru hingga 2045. Prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam target terukur yang menjadi panduan pembangunan kawasan secara bertahap.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, kepada rri.co.id mengatakan, pembangunan IKN dirancang mengikuti kondisi alam dengan dominasi ruang hijau.

Lebih dari 75 persen kawasan seluas 252 ribu hektare dialokasikan untuk ruang hijau, yang terdiri atas 65 persen kawasan lindung dan 10 persen area produksi pangan.

Menurut Myrna, pendekatan tersebut memastikan seluruh penduduk dapat mengakses ruang hijau rekreasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

“IKN dirancang sejak awal agar pembangunan berjalan selaras dengan alam dan menjamin keberlanjutan lingkungan,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Selain itu, pembangunan juga mengusung prinsip Bhineka Tunggal Ika melalui integrasi seluruh penduduk serta kemudahan akses layanan sosial. Seluruh warga ditargetkan dapat menjangkau fasilitas penting dalam waktu singkat dan memanfaatkan ruang publik yang inklusif.

Prinsip berikutnya menekankan konektivitas dan mobilitas aktif dengan target sebagian besar perjalanan menggunakan transportasi publik. Akses ke fasilitas utama dan simpul transportasi dirancang dalam radius 10 menit serta koneksi transit ekspres menuju bandara strategis kurang dari 50 menit.

IKN juga diarahkan sebagai kota rendah emisi karbon dengan pemanfaatan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi kawasan. Efisiensi energi bangunan, pengelolaan limbah, serta target net zero emission pada 2045 menjadi indikator penting pembangunan.

Myrna menegaskan, pembangunan kota masa depan juga menempatkan aspek sirkular dan ketangguhan sebagai prioritas, termasuk daur ulang limbah dan pengolahan air limbah.

“Seluruh prinsip ini disusun sebagai target kinerja yang terukur agar pembangunan IKN berjalan konsisten hingga 2045,” ucapnya.

Ia menambahkan, aspek keamanan, keterjangkauan hunian, pemanfaatan teknologi, serta peluang ekonomi untuk semua menjadi bagian dari indikator pembangunan. Seluruhnya diarahkan untuk mewujudkan kota layak huni, efisien, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Sumber : Antara. Kawasan depan Istana Garuda IKN, merupakan pusat kegiatan pemerintahan yang ikonik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). (Foto: RRI/doc. Humas OIKN)