Momen bulan puasa atau Ramadan diproyeksi menjadi katalis pendorong bagi kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) pada kuartal I 2026.
Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam risetnya melihat momen hari raya yang berdekatan seperti Imlek, Ramadan, dan Idul Fiitri dapat mendorong kinerja SIDO di kuartal I tahun ini.
Di sisi lain intensitas curah hujan yang tinggi hal ini mendorong masyarakat mengonsumsi suplemen ataupun obat-obatan herbal untuk menjaga daya tahan tubuh.
“Sehingga dengan momen hari raya berdekatan dan konsumsi yang berpotensi meningkat dapat memperbaiki kinerja pada kuartal I 2026,” jelas Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Namun demikian, saat ini tantangan yang dihadapi SIDO masih pada daya beli masyarakat. Sehingga ia melihat di kuartal II 2026 yang minim katalis akan membuat kinerja kembali normal.
“Kami melihat prospek SIDO di tahun 2026 masih moderat dengan potensi pertumbuhan single digit sampai low double digit,” jelas Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Kinerja SIDO diketahui masih kokoh dan terus menguat berkat segmen obat herbal dan suplemen. Hingga kuartal III tahun lalu, pendapatan di segmen tersebut meningkat sebesar 3,9 persen secara tahunan menjadi Rp1,6 triliun, didukung oleh kepemimpinan pasar Tolak Angin yang berkelanjutan dan pertumbuhan yang kuat dalam ekspor minyak esensial dan Tolak Angin Care.
Ekspor SIDO ke 34 negara tumbuh juga turut menopang kinerja dan menyumbang 9,7 persen dari total pendapatan ekspor naik dari 8 persen di tahun sebelumnya.
Pendapatan ekspor ini meningkat sebesar 23 persen secara tahunan pada sembilan bulan di 2025. Ekspor SIDO mempertahankan momentum yang kuat.
Malaysia tetap menjadi pasar ekspor terbesar, mewakili sekitar 4 persen dari penjualan ekspor, diikuti oleh Nigeria dan Filipina, yang masing-masing menyumbang sekitar 1-2 persen.
Ekspansi berkelanjutan dari jejak internasional SIDO menunjukkan peningkatan penerimaan merek dan mendukung strategi diversifikasi jangka panjang perusahaan.
Tim BRI Danareksa Sekuritas juga menilai ekspansi ekspor menjadi katalis structural bagi SIDO. Menurut mereka, ekspor bisa memperluas sumber pendapatan di luar pasar domestik dan mengurangi ketergantungan pada konsumsi lokal.
“Arus kas operasi meningkat signifikan yakni naik 16,2 persen secara yoy per kuartal III-2025, menegaskan kualitas laba yang solid dan fundamental operasional yang sehat,” ujar Tim BRI Danareksa Sekuritas.
Selain perkembangan bisnis ekspor, inovasi baru SIDO juga moncer. Pada Oktober 2025, SIDO memperluas portofolio kesehatan dan kecantikannya dengan peluncuran C+ Collagen Strawberry Lemonade, yang menargetkan demografi yang semakin sadar akan kesehatan.
SIDO juga memperkenalkan Sido Muncul Natural Mahoni (ekstrak biji mahoni) dan Sido Muncul Natural Sari Daun Salam (ekstrak daun salam), yang semakin memperkaya rangkaian herbalnya dan selaras dengan preferensi konsumen yang semakin meningkat terhadap solusi kesehatan alami dan preventif di Indonesia.
SIDO disebut memiliki kepemimpinan pasar dalam kategori produk herbal untuk gejala flu, pertumbuhan ekspor yang menjanjikan, dan rasio pembayaran dividen yang tinggi. YCM
Sumber : VOI
