Produsen otomotif asal India, Mahindra mencatatkan pesanan impor 35.000 unit mobil pikap Scorpio dari PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung Proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta mengatakan, pesanan tersebut merupakan ekspor perseroan terbesar sepanjang sejarah, bahkan melampaui total volume ekspor Mahindra yang dicapai pada tahun fiskal 2025.

“Kami menantikan kerja sama ini dan mendukung Koperasi Indonesia melalui kemitraan kami dengan Agrinas Pangan Nusantara,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (20/2/2026).

Melalui kemitraan tersebut, Mahindra bersama Agrinas Pangan Nusantara akan mendukung operasional koperasi dengan penyediaan kendaraan niaga yang dirancang tangguh dan andal.

Langkah ini ditujukan untuk menjaga kelancaran distribusi hasil pertanian dari petani langsung ke pasar, sekaligus memperpendek rantai pasok antara produsen dan konsumen.

Menurutnya, kolaborasi itu juga diharapkan mampu memperkuat sistem logistik pedesaan dan mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih mandiri.

Diproduksi di fasilitas Nashik, India, Scorpio Pick Up Double Cabin diposisikan sebagai kendaraan serbaguna yang dirancang untuk menunjang aktivitas bisnis maupun kebutuhan gaya hidup.

Model ini dibekali mesin turbo diesel 2,2 liter mHawk yang dipadukan dengan transmisi manual 6-percepatan. Dengan daya angkut dan kemampuan penarik yang kompetitif di kelasnya, pikap ini menyasar sektor produktif seperti pertanian, konstruksi, hingga logistik yang membutuhkan kendaraan tangguh untuk operasional harian di berbagai kondisi medan.

Kehadiran Mahindra Scorpio Pick Up akan menopang ekosistem koperasi melalui fungsi agregasi awal, yakni pengangkutan hasil panen dari lahan ke koperasi serta distribusi antar-desa guna memastikan arus barang berjalan efisien.

“Dengan mengerahkan Scorpio Pick Up sebagai bagian dari Koperasi, kami memperkuat tulang punggung logistik yang andal yang menghubungkan petani ke pasar secara lebih efisien,” pungkasnya.

Sebagai informasi, jumlah anggaran dana desa yang dialokasikan ke Koperasi Desa Merah Putih yang diatur di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 7/2026 telah mewajibkan 58% atau setara Rp34,57 triliun pagu Dana Desa 2026 dialokasikan untuk implementasi Kopdes Merah Putih.

Dengan total Dana Desa 2026 sebesar Rp60,57 triliun, sisa pagu reguler untuk program pembangunan desa lainnya menyusut menjadi sekitar Rp25 triliun.

Sumber : Bisnis