Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menjajaki kerjasama dengan investor, yakni CEO Mars Plastic Solution PTE Limited untuk pembangunan pabrik pengolahan sampah sebagai tindak lanjut penanganan darurat sampah di kota setempat.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Kamis (26/2/2026), menyampaikan, telah melakukan pertemuan dengan CEO Mars Plastic Solution PTE Limited, Ir. Keith Bambang Indrawan, MBA, P.Eng, dalam rangka penjajakan kerjasama pengelolaan sampah di kotanya.

Yamin menyatakan, kotanya sangat terbuka bagi investor untuk penanganan sampah yang menjadi masalah serius karena ditutupnya tempat pemrosesan akhir sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup sejak Februari 2025 hingga kini.

Karenanya, dia mengapresiasi atas kunjungan dan pemaparan yang disampaikan CEO Mars Plastic Solution PTE Limited untuk peluang kerja sama dalam pembangunan pabrik pengolahan sampah di kotanya yang saat ini masih menetapkan status darurat sampah.

Apalagi pihak Mars menyampaikan rencana pembangunan Zero Waste Material Recovery Plant di Kota Banjarmasin sebagai solusi komprehensif terhadap permasalahan sampah yang saat ini mencapai sekitar 491,6 ton per hari.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan pemaparan dari pihak Mars. Apa yang disampaikan akan kami kaji lebih lanjut, terutama terkait kesesuaian dengan kebutuhan dan kondisi pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Pemerintah Kota Banjarmasin berharap, apabila rencana tersebut dapat direalisasikan, maka akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan timbunan sampah, peningkatan nilai tambah limbah, serta mendorong terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan di Kota Banjarmasin.

CEO Mars Plastic Solution PTE Limited, Ir Keith Bambang Indrawan menjelaskan, konsep yang ditawarkan Kota Banjarmasin yang mencakup pengurangan sampah dari sumber, optimalisasi pemilahan, serta pengolahan sampah secara terpadu.

Menurut dia, sampah organik direncanakan akan diolah menjadi kompos, sementara sampah residu tertentu akan diproses menggunakan teknologi pirolisis untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai guna.

Dalam rencana tersebut, Mars akan bekerja sama dengan PT Benli Indonesia sebagai penyedia peralatan. PT Benli Indonesia merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang produksi alat-alat kebersihan dan pendukung pengelolaan sampah.

Program ini sejalan dengan visi keberlanjutan Mars bertajuk “Green & Sustainable Future Together”, yang merupakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan dampak positif bagi lingkungan melalui inovasi dan praktik bisnis berkelanjutan, demikian kata Keith Bambang Indrawan.

Sumber : Antara