Sisa-sisa peninggalan masjid kuno ditemukan di sebelah selatan Danau Galilea, Tiberias, Israel oleh para arkeolog. Diperkirakan masjid tersebut dibangun pada 670 M, tak lama setelah Nabi Muhammad wafat.

Periode pembangunan itu sama dengan beberapa masjid lain yang ditemukan sebelumnya, yakni masjid di Madinah, Masjid Agung Damaskus dan Masjid Al-Aqsa.

Spesialis arkeologi Islam di Hebrew University, Katia Cytryn-Silverman menjelaskan masjid tersebut jadi yang tertua yang dapat digali. Berbeda dengan sejumlah masjid lain yang dibangun dalam periode yang sama, masih digunakan atau dibangun masjid lain di atasnya yang membuatnya tidak bisa diteliti.

Laporan Times of Israel pada 2021 menyebutkan penggalian arkeologi di sekitar Tiberias sebenarnya sudah berlangsung sekitar seabad terakhir. Sementara penggalian Cytryn-Silverman memberikan perspektif baru soal bangunan tersebut.

Sebelumnya pada penggalian tahun 1950, bangunan itu diperkirakan pasar Bizantium yang kemudian menjadi masjid. Namun Cytryn-Silverman melakukan penelitian lebih dalam hingga bawah lantai.

Dia berhasil menentukan usia bangunan 660-680 M dari koin dan keramik di dasar fondasi. Secara bangunannya pun mirip dengan masjid lain dalam periode yang sama, mulai dari dimensi, denah lantai berpilar dan qibla.

Masjid yang ditemukan itu juga berdiri berdampingan dengan sinagoge dan gereja Bizantium. Cytryn-Silverman juga menyebut awal pemerintahan Islam di wilayah tersebut sangat menghormati agama lain.

“Awal pemerintahan Islam di sini sangat menghormati penduduk yang mayoritas penduduk kota: Kristen, Yahudi dan Samaria,” jelasnya.

“Mereka tidak terburu-buru mengekspresikan kehadiran mereka lewat bangunan. Tidak menghancurkan rumah ibadah orang lain, namun menyesuaikan diri dengan masyarakat yang mereka pimpin,” dia menambahkan.

Sumber : CNBC Indonesia. Foto: Danau Galilea di Kota Tiberia, Israel (REUTERS/Ronen Zvulun)