Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, melontarkan pesan keras soal gaya hidup manusia yang dinilai semakin jauh dari akal budi.
Menurut Irwan, banyak penyakit yang muncul saat ini justru berasal dari sikap manusia yang rakus dan tidak mampu mengendalikan diri.
Pernyataan itu ia sampaikan sebagai refleksi momentum Ramadan saat menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim di Kantor Sido Muncul, Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
“Berbagi kebaikan dan kasih sayang sangat penting bagi sesama, terutama di bulan Ramadan,” kata Irwan sebagaimana dikutip inilahjateng.com.
Ramadan, menurutnya, adalah waktu paling tepat untuk memperbanyak amal dan membantu mereka yang membutuhkan.
“Kalau berbagi kepada kaum dhuafa dan anak-anak yatim, memang tepat dilakukan di bulan Ramadan. Intinya adalah berbuat baik kepada sesama,” ujarnya.
Namun Irwan juga mengingatkan, berbuat baik tidak boleh hanya kepada orang yang kita sukai.
“Bahkan kepada orang yang mungkin tidak menyukai kita pun, kita tetap harus memaafkan. Kita harus berbuat baik, terlebih di bulan Ramadan ini,” tegasnya.
Lebih jauh Irwan memberikan wejangan tentang dua anugerah besar yang diberikan Tuhan kepada manusia, yakni inteligensi dan akal budi.
Menurutnya, dua bekal itu sebenarnya sudah cukup untuk membuat manusia hidup sehat dan layak.
“Saya bisa mengelola Sido Muncul dengan inteligensi yang diberikan Tuhan dan akal budi,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa akal budi memiliki satu prinsip sederhana namun kuat.
“Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Prinsip itu yang saya pegang ketika mengelola Sido Muncul,” jelas Irwan.
Namun ia juga mengkritik keras gaya hidup manusia modern yang sering kali melampaui batas.
“Kalau kita tidak sehat, sering kali karena kita rakus, misalnya makan berlebihan. Itu yang membuat kita sakit,” katanya.
Kisah Nabi Muhammad Jadi Inspirasi
Irwan juga menyinggung teladan Muhammad yang menurutnya menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan dan bisnis.
Ia menilai sikap Nabi yang tetap membalas keburukan dengan kebaikan adalah contoh luar biasa bagi manusia.
“Seperti Nabi Muhammad SAW yang tetap mencintai orang yang menyakitinya. Beliau tidak membalas dengan kebencian, justru dengan kasih sayang,” ujarnya.
Irwan bahkan menyinggung kisah seorang Yahudi yang sering mengganggu Nabi, namun tetap dijenguk ketika sakit.
Sikap penuh kasih tersebut akhirnya membuat orang tersebut tersentuh.
“Mencintai anak sendiri atau teman itu hal biasa. Tetapi mencintai orang yang memusuhi kita seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, itu sesuatu yang luar biasa,” katanya.
Rahasia Sukses Produk Jamu Sido Muncul
Irwan juga mengungkap filosofi di balik kesuksesan produk jamu Sido Muncul, termasuk produk legendaris Tolak Angin.
Menurutnya, sejak awal ia berpikir bagaimana membuat masyarakat percaya pada jamu.
Karena itu, pengembangan produk dilakukan dengan pendekatan ilmiah.
“Ketika saya membuat Tolak Angin dan produk jamu lainnya, saya berpikir bagaimana caranya agar orang mau minum jamu. Semua itu kami lakukan dengan uji toksisitas dan uji khasiat berbasis ilmiah,” jelasnya.
Irwan pun meyakini jika dunia dikelola tanpa keserakahan, semua orang sebenarnya bisa hidup bahagia dan memiliki penghidupan yang layak.
“Kalau dunia ini dikelola dengan baik dan tidak rakus, saya rasa semua orang bisa hidup bahagia dan mendapatkan nafkah dengan baik,” pungkasnya. YCM
Sumber : Inilah Jateng
