Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), Irwan Hidayat, mendorong masyarakat Indonesia untuk mulai mengubah pola pikir dalam mengelola keuangan.

Ia mengajak masyarakat beralih dari kebiasaan menabung konvensional ke instrumen investasi saham yang dinilai lebih menjanjikan untuk masa depan.

Namun, Irwan memberikan catatan tegas bahwa aktivitas di pasar modal harus dilakukan dengan niat berinvestasi, bukan sekadar “bermain”.

“Kalau semua berinvestasi di sini (saham), pertama itu lebih menguntungkan. Tapi ingat, jangan ‘bermain’ saham, melainkan berinvestasi di saham,” kata Irwan kepada Beritasatu.com, Jumat (13/3/2026).

Irwan menyoroti rendahnya partisipasi investor domestik jika dibandingkan dengan negara maju. Saat ini, baru sekitar 7,5% atau 21 juta penduduk Indonesia yang terjun ke pasar saham. Angka ini terpaut jauh dari Amerika Serikat yang tingkat partisipasi investasinya telah mencapai 62%.

Menurutnya, ketimpangan ini adalah peluang besar bagi masyarakat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui perusahaan-perusahaan dengan tata kelola yang baik.

Lebih lanjut, Irwan menekankan bahwa perbedaan mendasar antara berinvestasi dan bermain terletak pada strategi dan pola pikir. Investasi saham memerlukan analisis serius dalam memilih emiten yang sehat, bukan sekadar spekulasi layaknya perjudian.

“Nanti kalau punya uang Rp 10 juta, Rp 20 juta, hingga Rp 100 juta, berinvestasilah. Itu jauh lebih menguntungkan daripada sekadar disimpan di bank. Tapi kalau Anda bermain saham, nah itu yang tidak betul,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa pasar modal adalah wadah untuk menanamkan modal pada bisnis nyata yang produktif. Dengan literasi keuangan yang baik, investasi terukur diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan.

“Jangan bermain-main. Serius, berinvestasi itu serius,” pungkasnya. YCM

Sumber : Investor. Direktur Sido Muncul (SIDO) Irwan Hidayat. (Beritasatu/Hanes Walda)