PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) resmi meluncurkan logo baru. Emiten eksportir batu bara termal salah satu yang terbesar di dunia ini merilis dan mengumumkan logo barunya pada Kamis (12/3/2026).

Head of Corporate Communications BUMI, Ricco Surya menyampaikan bahwa peluncuran logo baru ini menandai tonggak penting dalam perjalanan transformasi Bumi Resources menuju perusahaan sumber daya alam yang semakin terdiversifikasi dan berdaya saing global.

“Logo baru ini mencerminkan evolusi Bumi Resources dari perusahaan yang berfokus pada batu bara menjadi perusahaan sumber daya alam yang lebih terdiversifikasi. Perseroan saat ini tengah memperluas portofolionya ke sektor mineral bernilai tinggi seperti emas, tembaga, dan bauksit, sekaligus mengembangkan hilirisasi serta memperkuat berbagai inisiatif keberlanjutan jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).

Desain logo baru BUMI ini terinspirasi dari garis kontur topografi yang melambangkan hubungan erat perseroan dengan alam serta tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya alam.

Garis hijau yang mengalir merepresentasikan pembaruan dan keberlanjutan, sementara tipografi modern yang dirancang secara khusus mencerminkan semangat inovasi serta ambisi global Bumi Resources.

Ricco menjelaskan bahwa identitas visual baru ini akan diimplementasikan secara bertahap pada berbagai materi komunikasi perusahaan, lokasi operasional, platform digital, serta materi komunikasi investor sepanjang 2026.

“Perseroan menegaskan bahwa perubahan identitas ini tidak memengaruhi status hukum, struktur korporasi, maupun kode saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI),” tandasnya.

Berdasarkan laporan keuangan, Bumi Resources membukukan pendapatan US$1.037,3 juta per akhir September 2025. Realisasi itu tumbuh 11,9% dibandingkan dengan US$926,9 juta periode yang sama tahun lalu.

Beban pokok pendapatan perseroan tercatat juga mengalami kenaikan 5,1% secara year-on-year (yoy) dari US$833,3 juta menjadi US$876,0 juta pada kuartal III/2025.

Sementara itu, beban usaha BUMI tercatat mengalami kenaikan 12,8% yoy dari US$68,2 juta pada kuartal III/2024 menjadi US$76,9 juta per akhir kuartal III/2025. Kendati demikian, laba usaha yang dibukukan oleh Bumi Resources tercatat mengalami kenaikan 231,9% secara tahunan menjadi US$84,4 juta per akhir September 2025.

Setelah dikurangi sejumlah beban seperti pajak penghasilan, Bumi Resources membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$29,4 juta pada kuartal III/2025. Realisasi itu turun 76,1% dari US$122,9 juta periode yang sama tahun lalu.

Untuk 2026 ini, manajemen Bumi Resources telah mengumumkan target penjualan batu bara dapat mencapai 77 juta hingga 78 juta ton pada 2026. Target penjualan ini disebut tidak berubah signifikan dari tahun 2025.

Perinciannya, penjualan untuk Kaltim Prima Coal (KPC) adalah sebesar 53,5 juta ton, dan untuk Arutmin sebesar 22 juta hingga 23 juta ton.

Sumber : Bisnis