Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mencatat pergerakan penumpang di Pelabuhan Sampit selama periode Angkutan Laut Lebaran 2026 mencapai 11.063 orang.
“Hari ini bertepatan dengan H+7 Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, total jumlah penumpang naik maupun turun selama periode Angkutan Laut Lebaran sebanyak 11.063,” kata Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian melalui Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 Pelabuhan Sampit Gusti Muchlis di Sampit, Sabtu (28/3/2026).
Para penumpang tersebut menyeberangi Pulau Kalimantan menuju Pulau Jawa maupun sebaliknya dengan bantuan kapal dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sampit dan PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit.
Gusti menyampaikan pergerakan penumpang tahun ini mengalami peningkatan 11,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia merincikan, pada periode Angkutan Laut Lebaran tahun ini jumlah penumpang naik sebanyak 8.873 orang, sedangkan penumpang turun 2.190 orang, yang jika ditotal berjumlah 11.063 orang.
Sementara pada periode yang sama 2025 lalu, jumlah penumpang naik sebanyak 8.111 orang dan penumpang turun 1.822 orang, sehingga totalnya 9.933 orang.
Disamping karena adanya penambahan armada selama periode arus mudik, hal ini juga menunjukkan kondisi perekonomian masyarakat yang semakin membaik.
“Hal ini juga tak lepas dari koordinasi yang baik dan solid dari berbagai instansi terkait yang tergabung dalam Posko Angkutan Laut Lebaran 2026, yang menjadi kunci kelancaran arus mudik maupun arus balik di Pelabuhan Sampit,” ujarnya.
Periode Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit berlaku mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Perhubungan.
Saat ini, hanya tersisa satu dari total 12 jadwal kedatangan maupun keberangkatan kapal selama periode Angkutan Laut Lebaran 2026, yakni KM Kirana III dari PT DLU yang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Sampit pada 30 Maret 2026 dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan berangkat pada 31 Maret 2026.
Meski periode Angkutan Laut Lebaran 2026 berakhir pada 30 Maret, namun menurut Gusti, arus balik masih akan terjadi, bahkan hingga sebulan setelah Lebaran.
Masih berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, pergerakan penumpang pada momentum arus mudik dan arus balik memang berbeda. Jika pada arus mudik, warga cenderung tergesa-gesa karena mengejar waktu Lebaran.
“Biasanya sampai posko berakhir pun arus balik masih terjadi. Apalagi tahun ini periode posko lebih pendek. Tahun lalu posko berlangsung 22 hari, sedangkan tahun ini hanya 18 hari. Jadi kemungkinan arus balik itu puncaknya setelah periode posko berakhir,” pungkas Gusti.
Sumber : Antara. Foto : Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian mendampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memantau kelancara arus mudik di Pelabuhan Sampit belum lama ini. (Antara/HO-KSOP Sampit)
