Pasar saham Asia-Pasifik diperkirakan dibuka bervariasi pada perdagangan Jumat (awal tahun), seiring investor mencermati pergerakan Wall Street yang melemah pada penutupan perdagangan Malam Tahun Baru, meski tetap mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.
Mengutip CNBC.com, Jumat (2/1/2026), di Amerika Serikat, tiga indeks utama Wall Street kompak ditutup di zona merah pada perdagangan terakhir 2025. Indeks S&P 500 turun 0,74%, Nasdaq Composite melemah 0,76%, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,63%.
Kendati demikian, kinerja tahunan Wall Street tetap solid. S&P 500 membukukan kenaikan 16,39% sepanjang 2025, sementara Nasdaq Composite melonjak 20,36%, didorong kuatnya euforia saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Adapun Dow Jones menguat 12,97% sepanjang tahun, meski tertahan minimnya eksposur ke saham teknologi.
Sementara itu, kontrak berjangka saham AS menguat pada perdagangan pagi Asia. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,15%, Nasdaq-100 futures menguat 0,12%, dan Dow Jones futures bertambah 0,16%.
Di kawasan Asia-Pasifik, sejumlah bursa masih libur dalam rangka Tahun Baru, termasuk Jepang dan China daratan. Bursa Korea Selatan dijadwalkan baru dibuka pukul 10.00 waktu setempat.
Adapun pergerakan indeks utama Asia tercatat cenderung terbatas. S&P/ASX 200 Australia dibuka nyaris stagnan di level 8.716, naik tipis 0,02%. Indeks Hang Seng Hong Kong berada di posisi 25.630,54 atau tidak berubah, sementara Nikkei 225 terakhir tercatat melemah 0,37%. Shanghai Composite menguat tipis 0,09%.
Kontrak berjangka Hang Seng berada di level 25.648, sedikit di atas penutupan sebelumnya, mengindikasikan potensi pembukaan menguat tipis.
Dari sisi data ekonomi, Singapura mencatat pertumbuhan ekonomi 5,7% secara tahunan (year on year) pada kuartal IV-2025, ditopang oleh lonjakan kinerja sektor manufaktur. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang direvisi sebesar 4,3%.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam pesan Tahun Barunya juga mengungkapkan bahwa ekonomi Singapura tumbuh 4,8% sepanjang 2025, melampaui ekspektasi awal.
Sumber : CNBC Indonesia. Foto: Bursa Tokyo (REUTERS/Issei Kato)
