Sido Muncul menyerahkan bantuan senilai Rp 325 juta pada kegiatan Operasi Gratis Sumbing Bibir dan Langit-langit untuk 50 anak yang dilaksanakan di RS Hermina Bogor, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini bekerja sama dengan Smile Train Indonesia, menyasar anak-anak tidak mampu di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati.

Irwan Hidayat menaruh empati kepada para orangtua anak penderita sumbing bibir.

Adapun tujuan bantuan ini untuk menjadi penghibur perasaan sekaligus meringankan beban para orangtua.

“Kami bisa merasakan bahwa anak-anak yang menderita sumbing bibir kesulitan untuk makan, berbicara dan kurang percaya diri terhadap penampilannya,” kata Irwan di Bogor, Jawa Barat.

Irwan menegaskan dirinya tidak memiliki target angka tertentu dalam membantu, melainkan didasari keinginan mencintai masyarakat.

“Saya enggak punya target apa-apa. Pokoknya targetnya mencintai masyarakat,” pungkas Irwan.

Pada momen tersebut, salah satu penerima manfaat operasi bibir sumbing Sido Muncul, Aini (37), warga Bojong Gede, tak kuasa menahan haru.

Dia memiliki anak kembar yang keduanya mengalami kondisi sumbing bibir dan mendapatkan bantuan operasi gratis ini.

“Sempat emang pas lahir karena enggak dikasih tahu, pas sudah lahir baru dikasih tahu ada kekurangannya. Jadi sempat down juga itu maksudnya, kok ada kekurangan. Ya sudah, tapi saya terima,” ungkap Aini.

Aini menceritakan anaknya yang bernama Afifah (4) dan Aliya (4) sudah pernah mendapatkan penanganan medis melalui program ini.

Afifah menjalani operasi bibir sumbing pertama saat usia 4 bulan, sementara aliya pada usia 7 bulan.

Kini, Afifah akan menjalani prosedur lanjutan di usia 4 tahun untuk penanganan operasi pada langit-langit.

“Yang sekarang dapat bantuan, Afifah, ini kedua kalinya,” ujar Aini.

Keluarga pasien lainnya, Nimah asal Kemang, Bogor, mengaku sangat terbantu dengan adanya program operasi sumbing bibir dari Sido Muncul. Ia mengatakan, cucunya yang berusia sekitar tujuh bulan akhirnya bisa menjalani operasi setelah menunggu dan mencari informasi ke berbagai tempat.

“Alhamdulillah banget ada operasi bibir sumbing gratis ini. Kami sangat terbantu. Terima kasih kepada Sido Muncul atas bantuannya,” ujar Ibu Nimah saat ditemui di RS Hermina Bogor.

Nimah mengungkapkan, saat pertama kali mengetahui cucunya terlahir dengan bibir sumbing, ia sempat kaget dan sedih. Kondisi ekonomi keluarga yang hanya mengandalkan penghasilan sebagai buruh harian membuat biaya operasi menjadi beban tersendiri.

“Saya sempat sedih dan menangis. Apalagi katanya bibir sumbing ini tidak dicover BPJS, jadi bantuan seperti ini sangat berarti bagi kami,” katanya.

Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, mengatakan kerja sama dengan Sido Muncul sejak 2022 telah memberikan dampak signifikan.

Deasy menjelaskan program ini menerapkan Comprehensive Cleft Care, yang artinya penanganan dilakukan secara menyeluruh mulai dari operasi, terapi wicara, hingga ortodonti.

Dia juga mengajak masyarakat untuk menyebarkan informasi ini, karena setiap tahun ada sekitar 7.000 anak lahir dengan kondisi sumbing di Indonesia yang membutuhkan bantuan.

“Sampai kami melihat maksimal bantuan anak dengan sumbing ini sudah cukup. Artinya setelah operasi, kemudian nanti ada terapi wicara, sehingga kita bisa mengatakan bahwa anak ini sudah menerima maksimal bantuannya,” jelas Deasy.

Sido Muncul telah melakukan kegiatan ini sejak tahun 2018 dan terus konsisten hingga kini.

Selain bekerjasama dengan Smile Train Indonesia, Sido Muncul juga menggandeng beberapa lembaga atau yayasan lainnya dengan telah mengoperasi 344 pasien.

Sementara kerjasama Sido Muncul dengan Smile Train Indonesia, sejak tahun 2022 hingga akhir Desember 2025 telah mengoperasi 410 pasien di beberapa daerah di Indonesia.

Total pasien yang telah dibantu Sido Muncul untuk operasi sumbing bibir hingga saat ini adalah 754 pasien. YCM

Sumber : Jpnn – Liputan 6.