Film KUYANK hasil produksi DHF Entertainment memperoleh apresiasi dari berbagai pihak.

Film KUYANK dinilai berhasil memotret kekayaan kebudayaan, alam, dan kehidupan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) termasuk Pasar Kandangan dan rumah adat Banjar Balai Laki, dalam sejumlah adegan film.

Apresiasi atas Film KUYANK –disutradarai sekaligus diproduseri oleh Johansyah Jumberan, putra daerah asal Negara Daha, yang telah sukses meniti karier di industri perfilman nasional– tersebut disampaikan pada acara Gala Premier KUYANK yang digelar di Banjarmasin, mengutip pers rilis Diskominfo HSS, Senin (26/1/2026).

“Kehadirannya film ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita semua masyarakat Kabupaten HSS, sekaligus membuktikan bahwa sineas daerah mampu bersaing dan berkarya di tingkat nasional,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten HSS Hendro Martono.

Ia menyampaikan rasa bangga ini atas hadirnya film KUYANK yang turut memperkenalkan HSS kepada khalayak yang lebih luas. Melalui film KUYANK, Kabupaten HSS dapat dikenal dan dilihat oleh banyak orang, baik di tingkat nasional hingga berpeluang dikenal di tingkat internasional.

Senada itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten HSS Rony, mengapresiasi penyelenggaraan gala premier film KUYANK yang dinilai mampu menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata daerah.

“Film KUYANK menampilkan keindahan alam HSS dengan sangat menarik. Kami berharap ke depan semakin banyak produksi film yang mengambil lokasi di HSS, karena masih banyak tempat unik dan menarik yang belum diangkat, seperti kekayaan alam dan budaya di kawasan Loksado,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian HSS Edo, menambahkan bahwa film KUYANK juga memuat nilai-nilai kehidupan yang penting, khususnya dalam upaya pelestarian budaya lokal.

“Dari film ini kita bisa mengambil pesan tentang pentingnya merawat dan melestarikan budaya. KUYANK menampilkan pelaminan Banjar, busana pengantin Banjar, seni madihin, rumah adat Banjar Balai Laki, serta unsur budaya Banjar lainnya yang patut dijaga dan diwariskan,” katanya.

Acara gala premier tersebut turut dihadiri Camat Kandangan, Camat Daha Selatan, Camat Daha Barat, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten HSS dan instansi terkait wujud dukungan dan apresiasi atas karya film KUYANK yang mengangkat potensi budaya, alam, dan kearifan lokal Kabupaten HSS ke layar lebar.

Sumber : Antara