CEO OpenAI, Sam Altman, menepis konsep pusat data orbital di luar angkasa sebagai tidak praktis, menanggapi pernyataan CEO SpaceX, Elon Musk. Altman dan Musk memang kerap berseteru.

Di ajang India AI Impact Summit 2026 di New Delhi, Altman mengungkapkan pemikirannya mengenai kelayakan peluncuran pusat data ke orbit.

“Menempatkan pusat data di luar angkasa dengan kondisi saat ini adalah hal yang konyol,” tegasnya dalam wawancara dengan Indian Express yang dikutip detikINET.

Ia menjelaskan bahwa tantangan ekonomi dan teknis saat ini, seperti tingginya biaya peluncuran dan sulitnya memperbaiki masalah pada komponen seperti Graphic Processing Unit (GPU). membuat inisiatif semacam itu tidak realistis untuk diwujudkan dalam dekade ini.

Kendati demikian, Altman mengakui adanya potensi di masa depan untuk pusat data AI yang ditempatkan di orbit Bumi, namun tidak sekarang. “Kita belum sampai di sana,” sebutnya.

Ambisi Elon Musk dan SpaceX
Komentar Altman ini muncul di saat Musk terus menyuarakan niat membangun pusat data di luar angkasa. Pada World Economic Forum di Davos Januari lalu, Musk mengklaim,

“Tempat termurah untuk menempatkan AI adalah di luar angkasa, dan itu akan terwujud dalam dua tahun, atau paling lambat tiga tahun lagi.”

Ambisinya terkait inisiatif ini disorot dalam rapat umum xAI pada bulan Desember, di mana ia memprediksi keterlibatan robot Optimus milik Tesla dalam mengelola data center orbital.

Baru-baru ini, Musk mengindikasikan integrasi xAI dengan SpaceX dapat mempercepat proyek penempatan pusat data di orbit.

SpaceX bertujuan membangun jaringan yang terdiri dari satu juta satelit sebagai data center orbital. Mereka dilaporkan mulai merekrut insinyur untuk proyek ini.

Di sisi lain, Google juga mengeksplorasi konsep pusat data luar angkasa. CEO Sundar Pichai menyebutnya proyek “moonshot”.

Ia menjelaskan ambisi Google adalah mengembangkan sistem untuk memanfaatkan energi surya, yang jumlahnya jauh melebihi kemampuan produksi energi di Bumi saat ini.

Pichai menambahkan Google bersiap mengambil langkah pertamanya tahun 2027, dengan rencana menempatkan rak mesin kecil di satelit sebagai uji coba.

“Bagi saya, tidak diragukan lagi bahwa sekitar satu dekade ke depan kita akan melihat hal ini sebagai cara lebih lumrah untuk membangun data center,” ujarnya.

Secara internal, Google telah menggarap inisiatif ini dengan sebutan Project Suncatcher. Proyek ini terkait komitmen jangka panjang perusahaan terhadap eksplorasi pusat data orbital sebagai solusi meningkatnya permintaan energi yang sejalan dengan pengembangan AI.

Dengan memanfaatkan energi Matahari di luar angkasa, fasilitas itu bertujuan mengurangi dampak lingkungan data center tradisional di Bumi.

Sumber : detik. Elon Musk dan Sam Altman. Foto: The Richest/Getty Images