Pihak berwenang Iran mendeklarasikan masa berkabung selama 40 hari usai Pemimpin Tertinggi mereka Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan tewas dalam serangan bersama Amerika Serikat-Israel.
Media semi pemerintah Iran, Fars, yang dikutip Al Jazeera melaporkan pemerintahan Iran mendeklarasikan 40 hari berkabung dan 7 hari libur nasional.
Sementara itu negara tetangga Irak mengumumkan masa berkabung selama 3 hari setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei.
“Dengan kesedihan mendalam, kami menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran yang mulia dan seluruh dunia Muslim,” kata juru bicara pemerintah, Bassem al-Awadi, dalam sebuah pernyataan pada Minggu (1/3/2026), seperti dikutip dari AFP.
Khamenei terbunuh dalam serangan AS-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Irak menyebut serangan tersebut sebagai “tindakan agresi yang terang-terangan.”
Berdasarkan laporan televisi pemerintah Iran, Minggu (1/3/2026), Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan dua pejabat tinggi lainnya akan memimpin Iran dalam periode transisi setelah wafatnya Khamenei.
Media pemerintah Iran sebelumnya sudah mengonfirmasi bahwa banyak keluarga Khamenei yang juga ikut meninggal. Di antaranya termasuk anak perempuan, cucu perempuan, menantu perempuan, serta menantu laki-laki.
Sumber : CNBC Indonesia-CNN Indonesia. Foto : Dua wanita di Iran bersedih atas kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
