Sejumlah pemudik di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengapresiasi layanan masjid yang buka selama 24 jam penuh di sepanjang jalur mudik Lebaran tahun ini.

“Alhamdulillah, mudik tahun ini rasanya senang bisa singgah di masjid-masjid di jalan poros yang buka 24 jam,” ujar Heri Mirza, pemudik yang singgah di salah satu masjid di Marangkayu, Kutai Kartanegara, Rabu (18/3/2026).

Menurut Heri, program ini bagus karena memberikan rasa nyaman bagi para pemudik yang terkadang merasa bingung dan sungkan saat hanya ingin menumpang ke toilet.

Dia juga memuji keramahan pengurus masjid yang membantu keluarganya ketika harus beristirahat sejenak dalam perjalanan dari Bontang menuju Balikpapan akibat ada anggota keluarga yang mabuk perjalanan.

Rasa syukur serupa turut diungkapkan oleh Muhammad Fadli, seorang pemudik dari Sangatta, yang sedang menempuh perjalanan jauh menuju wilayah Kabupaten Paser.

“Makanya dengan adanya layanan masjid ramah dibuka 24 jam ini sangat terbantu, kalau begini kan bisa baring-baring sebentar untuk sekadar menghilangkan kantuk,” tutur Fadli.

Pria yang membawa rombongan sebanyak lima orang menggunakan mobil pribadi ini mengaku butuh meluruskan pinggang setelah letih menyetir selama tiga jam penuh.

Fadli berharap program layanan masjid 24 jam ini selalu ada pada tahun-tahun mendatang mengingat sisa perjalanannya ke Paser masih memakan waktu lebih dari tujuh jam lagi.

Fasilitas masjid ramah pemudik ini merupakan implementasi kebijakan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim yang telah menginstruksikan 160 masjid di jalur poros utama agar beroperasi 24 jam.

“Instruksi penyediaan tumpangan gratis bagi para musafir di musim mudik dan balik sudah kami edarkan ke seluruh pengurus masjid yang berada jalur poros antarkota,” ungkap Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq.

Ia menegaskan pelayanan esensial yang wajib disediakan oleh pengurus masjid untuk para musafir meliputi akses kamar mandi serta fasilitas toilet secara gratis.

“Selain menyediakan fasilitas sanitasi, masjid-masjid tersebut juga diinstruksikan untuk membuka area pelataran mereka secara luas sebagai tempat parkir kendaraan yang dijamin aman bagi para pemudik,” kata Khaliq.

Sumber : Antara. Foto : Salah satu masjid di wilayah Kalimantan Selatan yang menjadi persinggahan warga.