Untuk sampai ke level sekarang, Build Your Dreams (BYD) harus melalui perjuangan yang tak mudah. Mereka bukan hanya menjual mobil listrik, melainkan juga membangun ekosistem. Bagaimana sepak terjang pabrikan Shenzhen di pasar global?
Perjalanan BYD di pentas dunia dimulai dari sebuah gudang. Mereka menjadikan bangunan sederhana itu sebagai kantor utama saat perusahaan berdiri pada Februari 1995. Ketika itu, mereka baru punya 20 karyawan dengan pendanaan awal 4,5 juta yuan atau Rp 11 miliaran.
Sebelum masuk ke industri roda empat, BYD merupakan produsen baterai yang menyuplai kebutuhan komponen terkait untuk brand ponsel dunia. Mereka menjadi suplier baterai lithium-ion China pertama untuk Motorola pada tahun 2000 dan Nokia dua tahun setelahnya.
Pada 22 Januari 2003, BYD kemudian masuk ke industri otomotif dengan mengakuisisi Tsinchuan Auto Co. Ltd. Sejak saat itu, mobil-mobil ikonik BYD mulai bermunculan. Salah satunya, BYD F3DM yang menjadi plug-in hybrid (PHEV) pertama di dunia. Kendaraan tersebut meluncur 15 Desember 2008.
BYD meluncurkan mobil listrik pertama bernama E6 pada 2009. Kendaraan tersebut menjadi permulaan untuk pabrikan sebelum beralih sepenuhnya ke elektrifikasi pada 2022.
Jika sebelumnya hanya dipandang sebagai pelengkap dalam persaingan industri otomotif global, kini BYD telah berkembang menjadi salah satu pemain utama di pasar kendaraan listrik dunia. Tidak hanya dari sisi penjualan, kapasitas produksi perusahaan ini juga meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
BYD Raja Mobil Listrik Dunia
Makin dikenal, makin melesat juga penjualan BYD di pasar global. Jika dulu mereka memerlukan 13 tahun untuk menjual 1 juta unit kendaraan, kini mereka bisa menjual 4,6 juta unit mobil hanya dalam setahun. Mereka didaulat sebagai ‘Global Sales Champions’.

Bukan hanya itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, ekspor BYD juga tembus 1 juta unit. Hal tersebut membuktikan, kendaraan mereka tak hanya digemari di dalam negeri, melainkan juga di pasar global.
Hingga akhir tahun lalu, populasi kendaraan energi baru (NEV) BYD sudah tembus 15 juta unit di dunia. Catatan tersebut membuat mereka berkontribusi pada pengurangan emisi hingga 125,87 miliar kg CO2 atau kurang lebih setara 2,1 miliar pohon!
Bukan hanya di pasar global, capaian BYD di pasar nasional juga patut dirayakan. Karuan saja, mereka menjual 54 ribu mobil listrik di Indonesia sepanjang tahun lalu. Mereka menguasai 52 persen market share di segmen tersebut.
Penjualan BYD juga membuat pangsa pasar mobil listrik di Indonesia tembus 13 persen tahun lalu. Angka itu naik empat kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya.
BYD tak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar, melainkan juga tempat produksi kendaraan. Karuan saja, mereka telah mendirikan pabrik di Subang, Jawa Barat dan akan mulai beroperasi kuartal pertama tahun ini.
Sumber : detik. Kantor pertama BYD. Foto: Doc. BYD USA.
