Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menyatakan mampu memproduksi 1,3 juta ton padi sebagaimana target yang ditetapkan pada 2026, meski tahun ini dihadapkan dengan musim kemarau panjang.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Selasa (14/4/2026), mengatakan optimisme itu didorong tren peningkatan produksi pada awal tahun serta optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian yang masih memiliki ruang peningkatan signifikan.
“Realisasi produksi Januari-April 2026 telah mencapai sekitar 250.000 ton atau meningkat sekitar 30.000 ton dibandingkan periode yang sama pada 2025, sehingga memberikan indikasi positif terhadap capaian produksi tahunan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila tren kenaikan tersebut berlanjut hingga pertengahan tahun, maka tambahan produksi diperkirakan dapat mencapai antara 100.000 hingga 150.000 ton, terutama dengan dukungan peningkatan luas tanam dan optimalisasi lahan yang belum tergarap maksimal.
“Kalsel bahkan pernah mencapai sekitar 1,7 juta ton saat kemarau pada periode 2018 hingga 2019 melalui penerapan strategi mitigasi yang tepat,” ujarnya.
Selain itu, Syamsir mengungkapkan total luas tanam sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat sekitar 425.000 hektare atau baru mencapai sekitar 68,2 persen dari potensi yang tersedia, sehingga masih terdapat sekitar 30 persen lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Menurut dia, belum optimalnya pemanfaatan lahan tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya kondisi lahan yang masih tergenang air serta alih fungsi lahan pertanian ke sektor lain seperti perkebunan kelapa sawit dan pembangunan fasilitas nonpertanian.
Ia menambahkan, alih fungsi lahan pertanian telah diatur melalui kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang mewajibkan penggantian lahan, meskipun implementasinya menghadapi kendala karena lahan baru memerlukan waktu hingga empat tahun untuk mencapai produktivitas optimal.
Distribusi luas lahan tanam di Kalimantan Selatan menunjukkan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Barito Kuala sekitar 117.000 hektare, disusul Kabupaten Banjar sekitar 60.000 hektare dan Kabupaten Tanah Laut sekitar 55.000 hektare, sementara wilayah perkotaan memiliki luasan relatif kecil.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong optimalisasi lahan melalui peningkatan intensitas tanam serta pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif guna mendukung pencapaian target produksi secara berkelanjutan.
“Pencapaian target produksi tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada konsistensi pengelolaan serta dukungan berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di daerah tersebut,” pungkas Syamsir.
Sumber : Antara. Foto : Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (14/4/2026). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)
