Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan tes psikologi dalam seleksi penerimaan bintara Polri tahun anggaran 2026, memastikan kesiapan mental dan kognitif calon anggota sehingga dipastikan memiliki kualitas psikologis yang baik.
“Tes psikologi ini bertujuan mengukur potensi, kesiapan kognitif serta kondisi mental calon anggota Polri,” kata Karo SDM Polda Kalteng Kombes Pol Leo Surya N.Simatupang di Palangka Raya, Selasa (28/4/2026).
Dia mengungkapkan, pelaksanaan tes ini menjadi salah satu tahapan krusial dalam rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri. Melalui tahapan ini, panitia seleksi berupaya mendapat gambaran menyeluruh terkait kemampuan individu peserta.
“Penilaian dilakukan untuk memastikan setiap calon memiliki kualitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ucapnya.
Leo menjelaskan, aspek yang diuji dalam tes psikologi meliputi kecerdasan, kepribadian dan sikap kerja. Ketiga aspek tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta kinerja anggota Polri di lapangan.
“Aspek kecerdasan digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir seseorang yang terbentuk dari proses pembelajaran,” ujarnya kepada awak media.
Leo juga mengungkapkan, tes kepribadian bertujuan mengidentifikasi karakteristik individu yang mempengaruhi kinerja dan interaksi di lingkungan kerja.
Sementara itu, sikap kerja digunakan pihaknya dalam mengukur respons seseorang dalam menghadapi tuntutan tugas dan tanggung jawab.
“Secara keseluruhan, tes ini memastikan calon anggota Polri memiliki kualitas psikologis yang baik untuk menjalankan tugasnya secara optimal,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, tes psikologi seleksi bintara Polri tahun anggaran 2026 di Polda Kalimantan Tengah diikuti sebanyak 881 peserta.
Sumber : Antara. Karo SDM Polda Kalteng Kombes Pol Leo Surya N. Simatupang bersama Kabid Propam Kombes Pol Rudi Asriman dan jajaran. (ANTARA/Rajib Rizali)
