Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, optimistis kehadiran maskapai Super Air Jet (SAJ) di wilayah setempat akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan konektivitas, kemudahan investasi, hingga terbukanya peluang usaha baru.

“Ini merupakan sesuatu yang menggembirakan. Mudah-mudahan masuknya Super Air Jet ini menjadi pertanda baik bagi perkembangan perekonomian di Kotim,” kata Ketua Kadin Kotim Susilo di Sampit, Jumat (22/5/2026).

Sebelumnya, Susilo turut menghadiri pertemuan antara Pemkab Kotim dengan Area Manager SAJ dalam rangka sosialisasi dan promosi penerbangan baru SAJ dengan rute Jakarta-Sampit.

Melalui pertemuan tersebut dipastikan bahwa Maskapai SAJ akan beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit dengan pesawat tipe Airbus A320 yang penerbangan perdananya dijadwalkan pada 12 Juni 2026 mendatang.

Menurut Susilo, masuknya maskapai baru ke Bandara Haji Asan Sampit menjadi kabar baik bagi masyarakat dan dunia usaha karena selama ini akses transportasi udara dinilai masih menjadi salah satu tantangan dalam mendukung aktivitas ekonomi di daerah.

Terlebih, hadirnya Super Air Jet bukan terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan banyak pihak mulai dari pemerintah daerah, pemangku kepentingan, hingga kalangan pengusaha yang menginginkan penambahan maskapai di Sampit.

Selama beberapa tahun terakhir berbagai pihak terus berupaya membuka peluang agar maskapai baru bersedia masuk ke Kotim mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses penerbangan yang lebih luas dan kompetitif.

“Ini rangkaian panjang yang kami laksanakan bersama pemerintah daerah, pemangku kepentingan dan pengusaha agar SAJ bisa terbang ke Sampit. Alhamdulillah, 12 Juni nanti menjadi penerbangan perdana,” ujarnya.

Ia menilai bertambahnya pilihan maskapai akan menciptakan iklim persaingan yang sehat di sektor penerbangan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap harga tiket pesawat yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat maupun pelaku usaha.

Dengan semakin banyaknya maskapai yang melayani rute ke Sampit, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak alternatif penerbangan sehingga mobilitas orang dan barang menjadi lebih lancar serta biaya perjalanan bisa lebih terkendali.

“Ini akan menjadi persaingan positif bagi dunia penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit dan diharapkan bisa mengurangi dampak mahalnya harga tiket,” tambahnya.

Susilo juga meyakini akses transportasi udara yang semakin baik akan meningkatkan ketertarikan investor untuk menanamkan modal di Kotim, sebab kemudahan konektivitas menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan usaha dan investasi daerah.

Menurutnya, sektor transportasi memiliki peran strategis sebagai wajah daerah karena menjadi pintu pertama yang dilihat para investor maupun tamu dari luar daerah ketika datang ke Kotim.

“Harapan kami, kehadiran SAJ memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha untuk berinvestasi di Kotim. Karena citra daerah itu terlihat dari bandara, pelabuhan, dan terminalnya,” ucapnya.

Ia berharap ke depan tidak hanya Super Air Jet yang membuka layanan penerbangan ke Sampit, tetapi juga maskapai lainnya sehingga konektivitas Kotim semakin luas dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain memperkuat sektor perdagangan dan jasa, peningkatan akses penerbangan diyakini akan berdampak pada sektor pariwisata, perhotelan, hingga usaha mikro yang selama ini ikut bergantung pada aktivitas mobilitas masyarakat dan pelaku bisnis.

“Kami berharap tidak hanya SAJ, tetapi nantinya semakin banyak maskapai yang hadir di Kotim. Itu akan menjadi simbol keberhasilan ekonomi daerah,” tegasnya.

Meski begitu, Susilo mengingatkan pentingnya menjaga ketepatan jadwal penerbangan karena faktor waktu sangat menentukan bagi dunia usaha dan aktivitas bisnis masyarakat.

Ia menekankan, bahwa konsistensi pelayanan dan ketepatan waktu akan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap maskapai sekaligus menjaga citra penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit.

“Bagi dunia usaha, waktu adalah uang. Ketepatan waktu sangat diutamakan. Kalau sampai sering terkendala, tentu akan berdampak terhadap citra penerbangan itu sendiri,” pungkas Susilo.

Sumber : Antara. Maskapai Super Air Jet. (Foto: MNC Media)