Pemerintah Amerika Serikat menyita hampir 400 domain internet yang digunakan untuk menyiarkan secara ilegal pertandingan FIFA World Cup, dalam upaya menindak jaringan internasional yang mengambil keuntungan dari popularitas turnamen tersebut.

Departemen Kehakiman alias Department of Justice (DOJ) AS menyatakan domain-domain tersebut diidentifikasi dengan bantuan badan sepak bola dunia FIFA serta sejumlah pihak lain, termasuk NBCUniversal dan Warner Bros. Discovery.

Domain-domain itu digunakan untuk menawarkan konten berhak cipta secara ilegal dalam bentuk siaran langsung pertandingan Piala Dunia yang sedang berlangsung dan pertama kali ditayangkan secara resmi, kata pihak DOJ.

“Para pelaku streaming ilegal ini tidak hanya melanggar hukum hak cipta, tetapi juga dapat membahayakan penonton melalui potensi ancaman malware dan koneksi tidak aman yang bisa mencuri data pribadi maupun finansial,” ujar Eric Weindorf, agen di Homeland Security Investigations.

Pihak berwenang menyebut bahwa server dan domain yang terkait dengan streaming ilegal pertandingan juga ditargetkan di Peru dan Bulgaria. Selain itu, gangguan serupa juga dilakukan di Kroasia, Rumania, Polandia, dan Kolombia.

Turnamen FIFA World Cup sendiri dimulai pada 11 Juni di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di 16 kota di tiga negara hingga 19 Juli.

Menurut FIFA, jumlah penonton langsung di stadion mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, menurut Nielsen, beberapa pertandingan pekan lalu menjadi program televisi paling banyak ditonton, dengan kemenangan Amerika Serikat atas Australia menjadi tayangan dengan rating tertinggi.

Sumber : Kontan. Foto : Reuters