Saham Apple ambruk dalam sepekan, seiring dengan kebijakan China yang memblokir penggunaan iPhone pada pegawai pemerintahan Tiongkok.
Nilai pasar dari saham Apple hilang mencapai US$ 200 miliar atau setara dengan Rp3.000 triliun (kurs: Rp15.300/US$).
Saham Apple terkoreksi tajam pekan ini, turun 5,95% menjadi US$178,18 per saham. Saham Apple ambles dua hari beruntun pada Rabu dan Kamis.
Penurunan dua hari tersebut menjadikan saham Apple kehilangan valuasinya hingga US$200 miliar atau setara Rp3000 triliun.
Pembatasan pembelian smartphone ini belum diumumkan secara publik oleh pemerintah China, namun ini menyebabkan kekhawatiran produk Apple turut menjadi korban ketegangan antara Amerika Serikat dan China.
Penerapan kebijakan ini akan berdampak signifikan pada kinerja keuangan Apple, pasalnya China, Hong Kong, dan Taiwan adalah target pasar Apple terbesar ketiga.
Melansir CNBC International, kawasan tersebut berkontribusi 18% dari total pendapatan atau setara US394 miliar.
Di sisi lain, sebagian besar produk Apple dirakit di China. Terkait dengan persoalan ini, Apple menolak berkomentar dalam wawancara CNBC International.
Source : CNBC Indonesia
