PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) berhasil membuktikan keunggulan strategisnya di tengah tantangan ekonomi global.
Produsen jamu dan obat herbal terkemuka tersebut sukses memborong dua penghargaan sekaligus dari The Iconomics, yakni The 50 Most Innovative CEO Awards 2025 dan Indonesia 20 Most Innovative CFO Awards 2025.
Penghargaan untuk kategori Chief Financial Officer (CFO) paling inovatif diterima langsung oleh Direktur Keuangan Sido Muncul, Budiyanto..
Dia memaknai penghargaan itu sebagai cerminan dari kerja keras kolektif yang dilakukan oleh seluruh tim perusahaan.
“Ya, ini melambangkan kerja keras dari seluruh tim, bukan hanya di keuangan, bukan hanya operasi, tapi juga seluruh tim di Sido Muncul,” ujar Budiyanto di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025).
Budiyanto menekankan kerja sama tim yang berhasil membuat produk Sido Muncul menjangkau pasar internasional dan dapat dijumpai di lebih dari 30 negara.
Mendapatkan penghargaan untuk kategori CEO dan CFO paling inovatif pada tahun yang spesial ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi manajemen.
Momen penerimaan penghargaan terasa makin spesial karena berdekatan dengan hari jadi perusahaan.
“Kebetulan bulan depan Sido Muncul ulang tahun yang ke-74, sangat spesial, tanggal 11 November,” imbuhnya.
Budiyanto menyoroti aspek utama yang ditekankan dalam penghargaan ialah inovasi.
Sebagai Direktur Keuangan, Budiyanto menjelaskan inovasi strategis yang menjadi tonggak penting perusahan di bawah naungannya yakni fokus pada profitabilitas.
Tujuan utama dari peningkatan profitabilitas ini tentunya untuk menciptakan cadangan dana yang kuat.
“Tonggak penting adalah memastikan bahwa profitabilitas kami bisa lebih meningkat lagi, lebih tinggi dari yang sebelumnya,” jelasnya.
Cadangan dana tersebut nantinya dapat dikelola untuk kebutuhan berekspansi dan riset.
Dengan demikian, produk ekspansi Sido Muncul dapat dirancang untuk menjangkau tren pasar anak muda dan segmen konsumen lainnya.
“Karena kalau profit meningkat, kami bisa ekspansi, melakukan riset, lebih macam-macam lagi, sehingga produk ekspansinya ini bisa menjangkau tren anak muda dan lain-lain,” kata Budiyanto.
Kendati demikian, Budiyanto mengakui adanya tantangan pada paruh pertama tahun ini, yakni profit menurun 0,5% dari semester 1 tahun lalu.
Secara perinci, penurunan yang dialami ialah sekitar 0,5%, akan tetapi dibulatkan menjadi 1%.
Penurunan ini disebabkan oleh adanya pelemahan daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi yang menantang.
Namun, manajemen tetap optimistis dan menargetkan pertumbuhan yang agresif hingga akhir tahun.
“Tetapi, kami berharap full year bisa bertumbuh 5% baik di penjualan maupun laba bersih,” kata Budiyanto tegas.
Guna mengejar target 5% dalam tiga bulan tersisa, Sido Muncul telah menyiapkan peluncuran produk baru dan memperluas jaringan distribusi secara signifikan, termasuk ekspor.
Budiyanto berharap dengan membaiknya daya beli dan mengalirnya stimulus pemerintah, kesempatan untuk mencapai target 5% dapat ditangkap.
“Dalam 3 bulan, kami akan ada peluncuran produk baru, ada beberapa produk yang sudah kami siapkan,” katanya.
Sebagai informasi, The 50 Most Innovative CEO Awards 2025 dan Indonesia 20 Most Innovative CFO Awards 2025 merupakan ajang penghargaan bergengsi yang kembali digelar oleh The Iconomics, yang pelaksanaannya telah memasuki tahun ketujuh.
Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap para pemimpin perusahaan yang menunjukkan keunggulan dalam inovasi dan tata kelola.
Founder & CEO The Iconomics, Bram S. Putro menyoroti pergeseran paradigma dalam dunia korporasi, khususnya mengenai transparansi.
Dia menegaskan transparansi kini telah melampaui sekadar kepatuhan regulasi.
“Bicara soal transparansi, saat ini bukan sekedar kewajiban regulatif, tetapi strategi, reputasi, dan kompetisi bagi korporasi,” ujar Bram.
Menurutnya, kesadaran akan transparansi bukan lagi berada pada wilayah retorika semata, melainkan bagian pondasi utama bagi sebuah bisnis yang berkelanjutan.
Bram juga memprediksi perusahaan yang menggabungkan nilai-nilai inti dengan kemajuan teknologi akan memimpin di era baru serba terbuka.
“Lembaga finansial yang mampu menggabungkan kejujuran dan teknologi akan menjadi pemimpin di era baru yang terbuka,” imbuhnya.
Dorongan terhadap transparansi ini, lanjutnya, datang dari berbagai pihak, termasuk regulator yang terus memperbarui regulasinya, serta momentum digitalisasi.
Digitalisasi menjadi jalan bagi korporasi untuk menunjukkan diri dan membangun nilai tambah, guna membangun loyalitas jangka panjang.
Selain itu, transparansi dan reputasi yang baik juga berfungsi sebagai jembatan penting untuk menarik minat para investor, khususnya investor global.
“Digitalisasi. Ini menjadi momentum yang dapat dijadikan sebagai jalan bagi korporasi untuk unjuk diri,” jelas Bram.
Sementara itu, Alex Mulya, Director of Brand, Research & Strategy The Iconomics, menjelaskan penghargaan ini hadir didasarkan pada riset mendalam.
Selain duduk sebagai media, The Iconomics aktif melakukan survei image, corporate reputation, customer satisfaction, focus group discussion, mystery shopping, dan lainya.
Berdasarkan data dan skor hasil survei mengenai persepsi publik tersebut, The Iconomics kemudian menggunakan hasilnya untuk memberikan penghargaan dengan tujuan utama.
“Kami menggunakan survey tersebut untuk memberikan award dengan tujuan bisa menjadi inspirasi bagi pemimpin industri,” kata Alex Mulya. YCM
Sumber : JPNN. Sido Muncul menerima Penghargaan The 50 Most Innovative CEO Awards 2025 dan Indonesia 20 Most Innovative CFO Awards 2025 di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Foto: Romaida/jpnn.com
