Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Noorlatifah menyebutkan banyak jalan titian di kotanya perlu direhab agar tidak membahayakan penggunanya.

Dia menyatakan saat kegiatan reses yang mengundang tokoh-tokoh masyarakat di wilayah Banjarmasin Timur, Sabtu (4/4/2026), banyak aspirasi yang disampaikan terkait kondisi jalan titian di beberapa lokasi yang sudah memprihatinkan, karena konstruksinya mulai rusak.

Padahal jalan titian atau jembatan berkonstruksi kayu yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua jadi akses penting antarrumah warga, karena tidak ada jalan aspal di pinggiran sungai dan tanah rawa.

Lala, panggilan akrabnya, mencontohkan jalan titian di Sungai Lulut yang di seberang Murung Selong terdapat kerusakan di beberapa titik.

“Itu jalan titian sekitar 500 meter belum direalisasikan perbaikannya, itu pada 2023 harusnya dikerjakan, tapi dilimpahkan ke pemerintah provinsi, mungkin karena efisiensi anggaran jadi tertunda lagi,” ujarnya.

Pemerintah Kota merencanakan akan mengerjakan jalan titian itu pada 2027, Lala menyatakan berkomitmen akan mengawalnya di legislatif hingga bisa terwujud.

Selain itu, ungkap dia, ada beberapa jalan titian pula yang dinilainya perlu diperbaiki segera di daerah Kampung Hijau.

“Ini sudah saya masukkan dalam pokok pikiran (pokir) yang masuk program pemerintah kota tahun ini, kita kawal juga agar terealisasi,” ujarnya.

Lala juga menyampaikan beberapa aspirasi warga terkait infrastruktur jalan lingkungan perumahan yang banyak perlu pembenahan.

“Termasuk juga drainase, karena masih banyak di wilayah Banjarmasin Timur ini yang sering banjir,” ungkapnya.

Lala pun menyatakan akan memperjuangkan semua aspirasi warga yang disampaikan pada kegiatan reses masa sidang 1 tahun 2026 ini, yakni pada empat lokasi reses.

“Termasuk juga terkait bansos, masalah air bersih dan lainnya,” pungkas Lala.

Sumber : Antara