Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) resmi menggelar Kongres Nasional tahun 2026 di Kiram Park Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran pengurus pusat serta perwakilan dari 18 Pengurus Provinsi (Pengprov) Lemkari se-Indonesia ini menjadi momen penting bagi organisasi untuk mengevaluasi kinerja periode 2021-2026 sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.

Ketua Umum PB Lemkari, Sahbirin Noor, menyampaikan bahwa agenda utama kongres kali ini adalah konsolidasi internal, penataan tata kelola organisasi, hingga penetapan kepemimpinan baru. Ia mengakui bahwa selama lima tahun memimpin, masih banyak tantangan dan evaluasi yang harus segera dibenahi.

“Tentu masih banyak yang perlu kita perbaiki. Ke depan, kami berharap adanya kerjasama dan koordinasi yang lebih solid, terutama dengan PB FORKI sebagai induk organisasi cabang olahraga karate di Indonesia,” ujar Sahbirin di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, Penasehat PB Lemkari, Jeannie Z Monoarfa, yang juga istri dari pendiri PB Lemkari (Alm. Anton Lesiangi), menegaskan bahwa kongres kali ini difokuskan pada penetapan kembali Sahbirin Noor sebagai Ketua Umum.
Menurutnya, keputusan ini telah disepakati oleh seluruh Pengurus Provinsi yang hadir.

“Kongres kali ini sifatnya penetapan, karena calonnya hanya satu dan seluruh Pengprov telah sepakat mencalonkan kembali Pak Sahbirin. Beliau bukan sekadar pemimpin, tapi karateka murni yang berlatih sejak sabuk putih,” ungkap Jeannie.

Jeannie menambahkan, loyalitas Sahbirin Noor terhadap organisasi tidak diragukan lagi. Sejak tahun 2017, sosok yang akrab disapa Paman Birin ini telah menunjukkan keberpihakan penuh kepada pendiri di tengah dinamika konflik internal yang terjadi.

Terkait adanya dualisme kepengurusan yang melanda Lemkari dalam beberapa tahun terakhir, Jeannie menegaskan bahwa PB Lemkari kubunya kini memiliki posisi hukum (legal standing) yang sangat kuat.

“Secara legal kita sangat kuat. Kita memiliki SK AHU pendirian, serta sertifikat merek dan logo resmi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham. Ini adalah pondasi kita untuk terus bergerak maju,” tegasnya.

Meskipun diakui jumlah anggota sempat tergerus akibat konflik internal yang bermula sejak 2016, semangat konsolidasi dalam kongres kali ini diharapkan mampu menyatukan kembali potensi karateka di seluruh tanah air dan memperkuat eksistensi Lemkari di bawah payung hukum yang sah.

Kongres ini diharapkan menjadi titik balik bagi PB Lemkari untuk kembali fokus pada pembinaan atlet serta pengembangan karate-do yang lebih profesional dan berintegritas di tingkat nasional.

Sumber : Antara. Foto : Sahbirin Noor Ketua Umum PB Lemkari terpilih Periode 2026-2031 pada Kongres Nasional tahun 2026 di Kiram Park Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (25/4/2026) (ANTARA/Latif Thohir)