Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjadikan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-40 Tahun 2026 sebagai ajang promosi wisata budaya bertaraf internasional guna memperkuat daya tarik pariwisata daerah sekaligus melestarikan budaya lokal di tengah keberagaman masyarakat.
“Pekan Gawai Dayak bukan hanya milik masyarakat Dayak, tetapi milik seluruh masyarakat Kalimantan Barat. Setiap tahunnya kegiatan ini tidak hanya di hadiri oleh masyarakat Dayak Indonesia, tetapi juga Malaysia dan beberapa tenaga lainnya,” kata Gubernur Kalbar Ria Norsan di Pontianak, Rabu.
Ria Norsan mengatakan kegiatan budaya tahunan tersebut tidak hanya menjadi ruang pelestarian adat Dayak, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalbar ke tingkat nasional dan internasional.
Pembukaan PGD ke-40 ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional kangkuang dan dihadiri tokoh adat, unsur pemerintah, masyarakat, hingga tamu dari luar negeri, termasuk Malaysia.
Menurut Norsan, masuknya Pekan Gawai Dayak dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) menjadi peluang besar untuk memperluas promosi budaya dan pariwisata Kalimantan Barat.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah ingin memperkenalkan seni tradisional, kuliner khas, hingga kearifan lokal Dayak sebagai daya tarik wisata budaya unggulan.
Ia menilai sektor budaya memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi daerah karena mampu menggerakkan sektor UMKM, ekonomi kreatif, hingga industri pariwisata.
Meski pemerintah sedang menerapkan efisiensi anggaran, Pemprov Kalbar tetap mengalokasikan dukungan dana sebesar Rp300 juta untuk pelaksanaan PGD ke-40.
Selain itu, Norsan bersama Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan juga memberikan bantuan pribadi masing-masing sebesar Rp50 juta guna mendukung kelancaran kegiatan budaya tersebut.
Sementara Wagub Krisantus yang juga menjabat Dewan Penasehat Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam memeriahkan PGD tahun ini.
Ia berharap Pekan Gawai Dayak terus berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan Kalimantan Barat yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut dia, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat mampu menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
“Kegiatan budaya seperti ini harus terus dijaga karena menjadi identitas sekaligus kekuatan daerah dalam menarik wisatawan,” katanya.
Rangkaian Pekan Gawai Dayak ke-40 juga diramaikan dengan pawai kendaraan hias yang dilepas langsung oleh Krisantus Kurniawan di kawasan Rumah Radakng Pontianak.
Sumber : Antara. Foto : Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melepas pawai budaya Dayak pada rangkaian kegiatan Pekan Gawai Dayak Kalbar 2026 di Pontianak pada Rabu (20/5/2026). ANTARA/Rendra Oxtora
