Selama puluhan tahun, Irwan Hidayat dikenal sebagai sosok di balik kesuksesan Sido Muncul. Namun sejak akhir 2021, Direktur Utama sekaligus pemilik perusahaan jamu tersebut melebarkan usahanya ke bisnis kuliner dengan membuka restoran ayam goreng Bima Yamgor. Alasannya ternyata sederhana.

“Saya kalau membuat bisnis itu ya yang saya sukai. Saya suka olahraga tenis, padel, ya saya buat lapangan. Suka nginep di hotel, saya bikin Hotel Tentrem. Karena saya suka makan ayam goreng, saya bikin restoran Bima,” tutur Irwan saat berbincang dengan detik.com di House of Jamu, Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).

Menurut Irwan, semua bisnis yang dijalaninya berangkat dari sesuatu yang benar-benar ia sukai. Jika tidak menyukainya, ia memilih tidak membuat ataupun menjual produk tersebut.

“Saya enggak mau bikin rumah sakit, karena saya tidak suka sakit, ha-ha-ha,” seloroh lelaki kelahiran Yogyakarta, 23 April 1947, itu.

Selepas salat Jumat, kami berkesempatan mencicipi beberapa menu di Bima Yamgor yang berada di lantai dua House of Jamu, kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Saya memilih ayam goreng balado bagian paha dan sayur asem, sementara rekan lain mencoba ayam bakar dan sop buntut.

Potongan ayamnya tidak terlalu besar. Lapisan luarnya renyah dan gurih, sementara dagingnya memiliki tekstur yang sedikit mengingatkan pada ayam kampung, tetapi lebih empuk.

Sambal baladonya tampak merah menyala. Namun bagi saya yang menyukai makanan pedas, sensasinya masih tergolong ringan. Karena itu, saya memesan tambahan sambal bawang yang disajikan dalam mangkuk kecil.

Tambahan sambal bawang itu saya nikmati bersama lalapan berupa irisan tomat, mentimun, dan kol. Sebagai pelengkap, restoran juga menyajikan semangkuk sayur asem dengan cita rasa sedikit manis yang menurut saya pas di lidah.

Saat jam makan siang, hampir seluruh meja di restoran itu terisi pengunjung. Kami beruntung mendapat tempat di ruang VIP berkapasitas sekitar 20 orang yang dilengkapi penyejuk ruangan.

Restoran Bima Yamgor suguhkan ayam goreng berbumbu tradisional yang empuk juicy. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Popularitas Bima Yamgor ikut terdongkrak setelah aktor Nicholas Saputra menyebut restoran tersebut dalam kanal YouTube Ngobrol Sore Semaunya episode 198 yang tayang pada 28 Agustus 2025.

“Gua nemu ayam goreng enak banget di Jakarta Selatan, dekat rumah. Ayam Goreng Bima di Cipete Raya,” ujar Nicholas.

Dalam perbincangan itu, Nicholas beberapa kali memuji ayam goreng favoritnya tersebut.

“Ayam goreng rempah. Ketemu rasa otentik Indonesia, krispinya pas, sambalnya enak,” katanya.

Irwan memastikan testimoni pemeran utama film Ada Apa dengan Cinta? itu sepenuhnya organik. Ia menegaskan tidak pernah meminta Nicholas mempromosikan restorannya.

Selain ayam goreng, Bima Yamgor juga menyajikan berbagai menu Nusantara, seperti ayam bakar cabe, ayam bakar kecap, empal goreng, iga bakar, lidah cabe hijau, selat Solo, bakmoy, pecel sayur, hingga nasi goreng kampung.

Soal nama “Bima”, Irwan mengatakan inspirasinya berasal dari tokoh pewayangan Jawa. Ia berharap merek tersebut bisa sesukses Kuku Bima, merek minuman energi produksi Sido Muncul. Dalam pewayangan, Bima dikenal sebagai sosok yang gagah berani, kuat, tabah, jujur, dan teguh memegang prinsip.

“Selain itu, ternyata setelah saya cari-cari, Bima itu koki. Waktu dia bunuh orang Kurawa, kan dicari. Dia melarikan diri. Nah, di dalam pelarian dia mencari nafkah dengan menjadi juru masak,” tandas Irwan. adr/YCM

Sumber : detik. Foto: dok. Jihaan Khoirunnisaa/detik