Bupati Malinau Wempi W. Mawa menghadiri kegiatan Festival Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 di Kawasan Wisata Ratu Intan, Pantai Amal di Tarakan, Minggu (5/7/2026).

“Sebenarnya bukan pertama yah, tapi selama ini Pemkab Malinau selalu hadir. Tapi saya sendiri baru berkesempatan langsung hadir pada Iraw Terkayu yang ke-15 ini,” kata Wempi.

Dia mengatakan selama ini Wempi tidak dapat hadir pada Festival Iraw Tengkayu karena jadwalnya selalu bersamaan dengan Iraw di Malinau.

Festival Iraw Tengkayu di Tarakan setiap tahun biasanya dilaksanakan pada bulan Oktober, namun pada tahun ini dilaksanakan pada bulan Juli.

“Saya menyampaikan selamat untuk kegiatan ini. Dan kegiatan ini kan bukan yang pertama, tapi sudah yang ke-15, sudah masuk di dalam agenda pemerintah pusat di Kementerian Pariwisata,” kata Bupati.

Festival Iraw Tengkayu merupakan festival menurut Bupati kebudayaan itu adalah kita, sedangkan kita itu adalah budaya itu sendiri.

“Jadi bagaimana wajah kota Tarakan ini menjaga kearifan lokalnya. Dengan adat-istiadat tradisi yang saya pikir tidak berbeda dengan masyarakat Tidung juga yang ada di Kabupaten Malinau,” kata Wempi.

Dia mengatakan agenda ini sesuatu yang menarik bagi masyarakat di Kalimantan Utara.

Bupati mengapresiasi dan menyampaikan selamat atas seluruh atraksi tampilan yang sudah dihadirkan dalam kegiatan ini. Sekali lagi selamat terhadap Festival Budaya Iraw Tengkayu pada tahun 2026 ini.

“Dan selamat kepada Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota dan seluruh jajaran masyarakat Kota Tarakan secara khusus warga, masyarakat, Tidung Kota Tarakan,” kata Wempi.

Puncak acara Festival Iraw Tengkayu prosesi penurunan Padaw Tuju Dulung di Kawasan Wisata Ratu Intan Pantai.

Padaw Tuju Dulung merupakan perahu khas suku Tidung Pesisir, di dalam perahu ada tempat menyerupai rumah yang ditaruh sesaji, selanjutnya diarung ke laut.

Sumber : Antara. Foto : Wali Kota Tarakan Khairul (kiri) dan Bupati Malinau Wempi W. Mawa (kanan). (ANTARA/Susylo Asmalyah)