Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) melalui Brigade Pangan memanfaatkan teknologi drone untuk memangkas waktu tanam padi hingga 20 menit per hektare. Selain itu dengan alat modern panen jagung dapat diselesaikan dalam waktu satu jam.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Rabu (29/4/2026), mengungkapkan langkah itu bagian dari strategi efisiensi produksi menjawab keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas.

“Penggunaan drone telah diuji di wilayah Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Tiga unit drone mampu menyelesaikan penanaman dalam waktu sekitar 20 menit,” ujarnya.

Syamsir menambahkan pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai alat mesin pertanian melalui Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) dan melakukan pelatihan operator bagi sumber daya manusia Brigade Pangan.

“Peralatan yang disiapkan meliputi combine harvester, traktor roda empat, serta teknologi tanam berbasis drone untuk mendukung percepatan proses produksi di lapangan,” jelasnya.

Di sektor panen jagung, DPKP Kalsel menyalurkan empat unit combine khusus jagung senilai Rp500 juta per unit melalui dukungan APBD.

Penggunaan alat tersebut, kata dia, mampu memangkas waktu panen yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi jauh lebih cepat, bahkan dapat diselesaikan hanya dalam satu jam.

Ia menambahkan penguatan Brigade Pangan juga didukung bantuan alat dari pemerintah pusat yang didistribusikan ke kabupaten/kota untuk mendukung cetak sawah dan optimalisasi lahan.

“Modernisasi pertanian menjadi kunci agar sektor pertanian tetap produktif, efisien, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan yang terus meningkat,” pungkas Syamsir. YCM

Sumber : Antara. Foto : Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman (Fakhrurazi/Sonora)