Kepulauan Canary menolak menerima kapal pesiar MV Hondius yang dilanda wabah hantavirus masuk ke wilayah mereka. Kapal tersebut saat ini berlabuh di lepas pantai Praia, ibu kota Cabo Verde.

Presiden Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, justru mempertanyakan keputusan pemerintah Spanyol, yang diambil berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Uni Eropa, untuk membawa kapal tersebut ke Kepulauan Canary.

“Pemerintah Spanyol yang memutuskan untuk membawanya ke Kepulauan Canary. Mengapa mereka tidak bisa dirawat di Praia?” kata Clavijo, seperti dikutip dari Euronews, Rabu (6/5/2026).

Penyebaran hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menyebabkan 3 kematian, 1 pasien dalam kondisi kritis, dan 3 orang dengan gejala ringan. Otoritas Afrika Selatan telah mendeteksi varian Andes pada beberapa orang yang terinfeksi, varian yang ditularkan antar manusia.

Hingga saat ini dilaporkan ada 7 kasus yang terkait dengan hantavirus: 2 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 5 kasus yang dicurigai.

Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa berdasarkan informasi terkini, pihaknya “menilai risiko bagi masyarakat umum rendah.”

WHO menyerukan kepatuhan terhadap hukum internasional dan menyerukan asas kemanusiaan saat meminta Spanyol untuk menerima kapal tersebut. Organisasi tersebut juga menekankan bahwa Cabo Verde tidak memiliki kapasitas yang diperlukan untuk mengelola operasi sebesar ini.

Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi bahwa Spanyol juga telah menyetujui untuk segera mengevakuasi dokter kapal, yang berada dalam kondisi serius, dengan pesawat medis ke Kepulauan Canary.

Evakuasi pasien dari kapal pesiar

Tiga orang yang terdampak wabah di kapal pesiar tersebut telah dievakuasi ke Cabo Verde.

Kementerian Kesehatan Cabo Verde menekankan bahwa setelah proses evakuasi selesai, kapal harus melanjutkan perjalanannya.

Kementerian memastikan bahwa operasi tersebut sedang dipersiapkan “dengan keamanan maksimal dan koordinasi antarlembaga.”

Sumber : CNBC Indonesia. Foto: Kapal pesiar MV Hondius di lepas pantai Praia, ibu kota Tanjung Verde, Minggu (3/5/2026). (AFP/-)