Pertandingan lanjutan fase grup Piala Dunia 2026 menyajikan kejutan luar biasa saat tim tangguh Portugal berhadapan dengan Republik Demokratik Kongo, Kamis (17/6/2026) dini hari WIB.
Meski Portugal diunggulkan, Kongo berhasil menunjukkan pertahanan disiplin yang membuat lini serang Selecao das Quinas, khususnya Cristiano Ronaldo, frustrasi sepanjang 90 menit.
Laga yang berlangsung sengit ini berakhir dengan sorotan tajam tertuju pada sang kapten, CR7, yang kembali gagal mencatatkan namanya di papan skor.
Sejak peluit pertama dibunyikan, lini belakang Kongo menerapkan strategi kawalan ketat (man-to-man marking) yang sangat agresif terhadap Ronaldo.
Setiap kali megabintang berusia 41 tahun itu menguasai bola, setidaknya dua sampai tiga pemain bertahan Kongo langsung menutup ruang geraknya.
Portugal sejatinya mendominasi penguasaan bola hingga 65%, namun suplai bola matang ke arah Ronaldo sering kali dipotong oleh barisan pertahanan Kongo yang tampil tanpa kompromi.
Pada babak kedua, Ronaldo sempat mendapatkan peluang emas melalui sundulan khasnya memanfaatkan umpan silang Bruno Fernandes. Sayang, bola masih membentur mistar gawang.
Kegemilangan penjaga gawang Kongo yang melakukan tiga penyelamatan krusial juga menjadi alasan utama mengapa Ronaldo frustrasi di lapangan.
“Kami tahu Portugal memiliki banyak pemain bintang, terutama Ronaldo. Rencana kami adalah menutup ruang tembaknya dan tidak membiarkannya merasa nyaman di dalam kotak penalti,” ujar pelatih Kongo dalam sesi konferensi pers usai laga.
Meskipun tampil penuh dan melepaskan beberapa tembakan, efektivitas sang penyerang legendaris kali ini benar-benar diredam.
Ekspresi kekecewaan tidak dapat disembunyikan dari wajah Ronaldo saat laga berakhir. Dengan hasil ini, Portugal harus bekerja ekstra keras di laga sisa fase grup, sementara Ronaldo masih harus memperpanjang puasa golnya di edisi Piala Dunia kali ini.
Sumber : Antara. Foto: dpa/picture alliance via Getty I/picture alliance
