Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan menyebut bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 megawatt bukan sekadar proyek untuk menghasilkan listrik, tapi juga menjadi simbol kemajuan dan masa depan daerah.
Proyek yang berlokasi di Kampung Batoq Kelo, Kecamatan Long Bagun, Mahulu, Kalimantan Timur ini mendapat investasi senilai Rp13 triliun, peletakan batu pertama pada 25 Mei 2026, dan diproyeksikan rampung dalam lima tahun ke depan.
“Keberadaan PLTA ini tidak hanya akan menghasilkan energi listrik sebagai kebutuhan dasar pembangunan, tapi juga menjadi simbol kemajuan daerah dalam mewujudkan Mahulu sejajar dengan daerah-daerah lain,” ujar Angela Idang di Ujoh Bilang, Mahulu, Kamis (9/7/2026).
Untuk itu, atas nama Pemkab Mahulu ia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada PT Tujuan Mulia Makmur (TJM) atas kepercayaan dan komitmen perusahaan berinvestasi dan memberi penerangan dari listrik di Mahulu.
Investasi yang masuk, lanjut ia, tidak hanya akan berfokus pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga diyakini dapat memberi dampak positif bagi percepatan pembangunan wilayah, peningkatan konektivitas, tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Demi kelancaran operasional PLTA yang akan menyuplai kebutuhan listrik sekitar 300.000 rumah tangga bukan hanya bagi Mahulu, tapi juga daerah di sekitarnya tersebut, pada Senin (6/7/2026) pihaknya pun telah menggelar sosialisasi proses pembangunannya.
“Sosialisasi merupakan langkah penting untuk memberikan pemahaman utuh ke masyarakat terkait rencana pembangunan PLTA Batoq Kelo, termasuk manfaat yang akan diperoleh serta berbagai potensi dampak sosial yang mungkin muncul selama pekerjaan berjalan,” katanya.
Sosialisasi tersebut ia nilai penting agar masyarakat memperoleh informasi secara jelas dan menyeluruh, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman, bahkan setiap aspirasi masyarakat juga disampaikan secara terbuka dan transparan.
Pembangunan proyek ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk membangun energi baru terbarukan dan energi bersih, guna memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus mencapai target Indonesia menuju net zero emission pada 2060.
Sumber : Antara. Foto : Bupati Mahulu Angela Idang Belawan (Antara/HO- Prokopim Mahulu)
