Pemerintah akan melakukan penyesuaian anggaran program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi penajaman atau refocusing anggaran. Penyesuaian ini diyakini dapat menghemat APBN hingga lebih dari Rp 50 triliun per tahun.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan dalam skema baru, pelaksanaan MBG yang sebelumnya diberikan lima hari dalam sepekan kini dikurangi menjadi empat hari. Yakni hari Sabtu dihapus dari jadwal distribusi.

“MBG misalnya, yang dulunya Sabtu diberikan makan siang gratis, sekarang dihilangkan. Make sense kan? Lebih logik kan?,” ujar Juda dalam acara National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI), Senin (27/4/2026).

Juga mengatakan, penghapusan satu hari tersebut juga mempertimbangkan aspek efektivitas. Menurutnya, pemberian makan di hari tertentu justru berpotensi menimbulkan ketidakefisienan. Terutama jika siswa perlu berangkat ke sekolah pada hari libur untuk mengambil jatah MBG.

“Karena kalau satu ada makanannya di sekolah, anak-anak kan harus datang ke sekolah kan? Atau kalau diberikan hari Jumat, kan juga harus yang punya bisa bertahan untuk makan besoknya,” ujarnya.

Dari sisi fiskal, Juda mengungkapkan pengurangan satu hari program ini memberikan dampak penghematan yang signifikan. Juda menghitung, satu hari penghapusan setara dengan penghematan sekitar Rp 1 triliun per hari.

“Satu hari itu bisa menghemat Rp 1 triliun. Lima hari dalam seminggu, empat kali dalam sebulan itu bisa menghemat Rp 4 triliun. Setahun tentu saja lebih dari Rp 50 triliun bisa menghemat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sebagai upaya penghematan anggaran pemerintah juga akan memperketat pengawasan kualitas pelaksanaan program di lapangan. Bagi para Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar akan dikenakan sanksi tegas.

“SPPG-SPPG yang tidak memberikan makanan berisi sesuai dengan standar-standar kondisi, istilahnya SPPG nakal, itu diskors, dievaluasi. Jadi ini sebagai contoh bagaimana penajaman-penajaman refocusing terus dilakukan,” ujarnya.

Sumber : CNBC Indonesia. Foto: Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta pada Rabu (11/03/2026). (Dok. Kemenkeu/Biro KLI/Zalfa Dhiaulaq)